Wisuda UMRI Ke-XV, Muhammadiyah komitmen menghasilkan SDM yang berkualitas

Wisuda UMRI Ke-XV, Muhammadiyah komitmen menghasilkan SDM yang berkualitas

Pekanbaru (27/10/2018)-dalam usaha melahirkan sumber daya manusia baru, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali mengukuhkan 285 lulusan untuk program D3 dan S1 pada periode Oktober 2018.  Prosesi wisuda ini menjadi bukti keseriusan UMRI dalam mengelola amal usaha pendidikan dibawah Perserikatan Muhammadiyah wilayah Riau.

Seperti biasa, wisuda UMRI dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang menjadi stakeholders dilingkungan kampus umri. Beberapa tokoh penting yang turut hadir pada wisuda kali ini diantaranya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) wilayah Riau, pemerintah Provinsi Riau yang diwakilkan oleh Balitbang ibu Nur Baity, kemudian Lembaga Layanan DIKTI wilayah X Prof DR Herri, MBA dan Balitbang PP Muhammadiyah Prof.DR. Nur Rochman SU.

Dalam sambutannya, Rektor UMRI menyampaikan bahwa kelulusan yang didapat hari ini menjadi pembuka kehidupan nyata pada dasarnya, “silahkan berbahagia tapi jangan berbangga, saya berharap anak-anak yang lulus ini tidak mudah puas dengan pencapaian yang ada, asah terus kualitas diri anda sebagai bekal memenangkan masa depan” pesan Rektor. Dihadapan tamu undangan Rektor menyampaikan pesan optimis bahwa kualitas SDM Muhammadiyah dapat diperhitungkan.  Diakhir sambutan, Rektor berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas lulusan UMRI guna menjawab kebutuhan dan peluang serta tantangan dunia pekerjaan kedepan.

Sikap optimisme Rektor diatas diamini oleh Balitbang Pemprov Riau dimana lulusan Muhammadiyah sudah mengisi ruang sumber daya manusia diwilayah Provinsi Riau. Lebih lanjut, Nur Baity mengucapkan terima kasih kepada Univeristas Muhammadiyah Riau atas kontribusinya sejak 2008 dalam usaha memajukan pendidikan di Provinsi Riau, “UMRI adalah salah satu kampus besar di Riau, sudah membantu pemerintah dalam mengahasilkan SDM yang berkualitas, semoga UMRI semakin maju dan berkembang dan menjadi kebanggaan kita semua” pesan penutup sambutannya.

Pandangan optimisme juga disampiaikan oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah yang diwakili oleh Balitbang Prof. DR. Nur Rochman, SU dimana beliau melihat Riau memiliki potensi besar dibidang SDM, tugas kita adalah pada bagaimana mencetaknya menjadi SDM yang betul-betul berkualitas. Kampus adalah salah satu lembaga yang berperan penting dalam menghasilkan SDM tersebut, dan UMRI telah menjalankan amanah itu.

Kualitas UMRI dalam mengelola lembaga pendidikan dibuktikan dengan Akreditasi Institusi sudah B, begitu juga akreditasi setiap jurusan sudah mendapat B, namun usaha untuk meningkatkan akreditasi menjadi A selalu digalakkan, sarana prasarana terus dikembangkan, kualitas dan kuantitas dosen terus ditambah, kurikulum terus dibenahi dan pelayan terus ditingkatkan. Hingga saat ini, Universitas Muhammadiyah Riau masih mengembangkan diri menuju kampus unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan iman dan taqwa.

Pengumuman Kegiatan PKKMB dan MASTA Universitas Muhammadiyah Riau 2018

Pengumuman Kegiatan PKKMB dan MASTA Universitas Muhammadiyah Riau 2018

Kepada Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Riau Tahun 2018, melalui ini kami sampaikan tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (MASTA) Mahasiswa Baru.

Bagi Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau, wajib mengikuti kegiatan PKKMB dan MASTA dengan jadwal, ketentuan dan tata tertib sebagai berikut :

Jadwal PKKMB dan MASTA

Kegiatan PKKMB dan MASTA dilaksanakan pada hari Ahad s.d Selasa tanggal 09 s.d 11 September 2018, dengan rincian sebagai berikut :

No Rincian Kegiatan Hari/Tanggal Tempat Waktu (WIB) Keterangan
1. Gladi Resik Sabtu, 08 September  2018 Lapangan Kampus Utama Univesitas Muhammadiyah Riau (Jl. Tuanku Tambusai Ujung – Pekanbaru) 08.00 – Selesai Membawa Print Out Lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah dan Mars UMRI (Download dibagian bawah pengumuman)
2. Pembukaan PKKMB dan MASTA Ahad, 09 September 2018 Lapangan Kampus Utama Univesitas Muhammadiyah Riau (Jl. Tuanku Tambusai Ujung – Pekanbaru) 07.00 – Selesai Seluruh Mahasiswa Baru
3. PKKMB dan MASTA Senin-Selasa,10-11 September 2018 GOR. Tribuana Pekanbaru (Jl. Diponegoro No.59 Pekanbaru) 07.30 – 17.30 Seluruh Mahasiswa Baru

Ketentuan

  1. Mahasiswa yang mengikuti PKKMB dan MASTA adalah mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi.
  2. Mahasiswa Peserta PKKMB dan MASTA wajib mematuhi seluruh tata tertib PKKMB dan

      Catatan : Bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau yang belum  mengikuti PKKMB dan MASTA, maka diberikan kesempatan mengikuti PKKMB dan MASTA Tahun 2018 ini dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri ke Fakultas masing-masing.

Tata Tertib

Tata tertib PKKMB dan MASTA UMRI Tahun 2018 sebagai berikut :

  1. Peserta diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara sesuai dengan jadwal yang ditentukan
  2. Peserta wajib hadir 15 (lima belas) menit sebelum acara dimulai.
  3. Peserta diwajibkan mengisi daftar hadir disetiap materi yang diikuti.
  4. Absensi kehadiran peserta minimal 90 %, jika kurang dari 90 %, maka peserta tidak akan diberikan sertifikat dan wajib mengikuti PKKMB dan Masta tahun
  5. Peserta memakai Id Card ukuran B2 (126×79 mm) dan Tali Id Card (tali lanyard) berwarna merah serta mencantumkan Logo Umri, Nama, Program Studi (jenis font Arial ukuran 14) dan Pas Fhoto 3 x 4 cm. Contoh: 
  6. Peserta wajib memakai kemeja putih lengan Panjang, dan celana (bagi pria)/rok Panjang (bagi wanita) berwarna.
  7. Untuk Wanita menggunakan Jilbab berwarna Putih sedangkan Pria memakai Dasi berwarna Hitam.
  8. Membawa perlengkapan.
  9. Bersikap hormat, menjungjung norma dan etika yang berlaku baik dalam bertingkah laku, berkomunikasi maupun dalam melakukan aktivitas.
  10. Menunjukkan surat keterangan dari dokter jika mengidap penyakit berat/membahayakan.
  11. Peserta sangat disarankan untuk sarapan dirumah terlebih dahulu dan membawa air mineral botol serta membawa snack secukupnya.
  12. Peserta dilarang untuk melakukan hal-hal berikut :
  • Meninggalkan acara, tanpa izin.
  • Menandatangani daftar hadir orang lain.
  • Membawa senjata tajam dan senjata lainnya yang dapat membahayakan orang lain.
  • Memakai perhiasan yang berlebihan dan menyolok.
  • Membuat keributan atau bertingkah laku di luar batas kesopanan dan indisipliner.
  • Membawa dan atau menggunakan minuman keras, narkoba atau obat terlarang.
  • Memakai atribut di luar yang ditetapkan panitia selama PKKMB dan MASTA berlangsung.
  • Menggunakan handphone selama acara berlangsung.

Tautan asli: umri.ac.id

UMRI Terima Kunjungan Rombongan Peserta Workshop Audit Mutu Internal Kopertis Wilayah X

Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Selasa pagi (17/7/2018) menerima kunjungan Peserta Workshop Audit Mutu Internal yang diinisiasi Kopertis Wilayah X. Rombongan terdiri dari 32 peserta yang berasal dari 22 perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis Wilayah X.

     

 

Rombongan yang dipimpin Fasilitator Workshop Audit Internal Dr Ansofino itu disambut Rektor Umri Dr H Mubarak MSi, Wakil Rektor 1 Sri Retnowati SSi Mt, Wakil Rektor 2 Bakaruddin SE MM, Wakil Rektor 3 dr. Taswin Yacob SPS, para dekan dilingkungan Umri dan segenap Ketua Program Studi dan dosen.

Dalam sambutan rektor Umri Dr H Mubarak MSi memaparkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai. Mubarak mengatakan “Alhamdulillah saat ini hampir keseluruhan program studi kita sudah terakreditasi B. Demikian juga dengan akreditasi Institusi kita juga B dan kita terus upayakan peningkatan akreditasi manjadi A.

Mubarak juga mengatakan “Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang sedang berkembang, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus berupaya melakukan peningkatan. Salah satu peningkatan itu dalam bentuk pelaksanaan sistem penjamin mutu internal (SPMI)”.

Terkait kunjungan peserta bapak dan ibu Fasilitaror dan peserta Workshop Audit Mutu Internal. Secara kelembagaan, kami saat ini telah memiliki Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), baik auditornya maupun dokumennya. Kedepannya kita akan tingkatkan terus jumlah auditor SPMI sesuai kebutuhan” tutup Mubarak.

Sementara itu Fasilitator Workshop Audit Mutu Internal Kopertis Wilayah X Dr Ansofino mengatakan bahwa kunjungan lapangan ini sebagai rangkaian pembelajaran bagi para peserta Workshop. “Sebelumnya berkunjung ke Umri, para peserta sudah dibekali pelatihan instrument terkait SPMI. Dari pertemuan kami, PTS yang sudah memiliki dokumen mutunya dan kelembagaan yang lengkap dan baik salah satunya adalah Umri, untuk kita pilih sebagai bagian dari Lerning Process”.

 

Ansofino juga mengatakan bahwa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga selesai akan diberikan sertifikat auditor SPMI di PTS asal masing-masing dilingkungan Kopertis Wilayah X. “Saya berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga usai dengan baik”. Tutup Ansofino.

(Artikel Asli : http://umri.ac.id/?p=5146)

Dilepas Rektor, Mahasiswa KKN UMRI ‘Dibekali’ dengan Bibit Pohon

Sebagai bagian menumbuhkan rasa cinta akan kelestarian alam dan lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata 9KKN) dibekali dengan bibit pohon, dengan melakukan penanaman pohon di lokasi mereka KKN diharapkan bisa terus menjaga ekosistem dan menumbuhkan rasa mencintai lingkungan bagi masyarakat.

Pemberian bibit pohon tersebut dilakukan Rektor Umri Dr H Mubarak MSi, Wakil Rektor I Umri Sri Retnowati SSi MT, dan pejabat lainnya dalam kegiatan pelepasan 930 Mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018 ini, Ahad 22 Juli 2018. Mahasiswa tersebut nantinya akan dibagi pada 58 Desa/Kelurahan di Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Kepada wartawan usai acara pelepasan peserta yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara tersebut, Rektor Mubarak mengatakan kalau yang melaksanakan KKN tahun ini merupakan Mahasiswa angkatan tahun 2015. Mereka ini nantinya diharapkan mampu belajar kondisi sosial kemasyarakatan secara langsung, karena antara yang diberikan dibangku kuliah tentu akan berbeda dengan dilapangan.

“Mereka ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan masyarakat Desa/Kelurahan tempat mereka menjalankan KKN, harus bisa memberi sumbangsih pemikiran yang diharapkan bisa dilaksanakan masyarakat tempat mereka KKN,” tegas Mubarak.

selain itu yang tak kalah pentingnya ditegaskan Mubarak adalah bagaimana mahasiswa KKN Umri ini bisa menjaga nama baik Umri terutama kemuhammadiyahan. Dan inilah yang menjadi perbedaan peserta KKN Umri dengan peserta KKN Universitas lainnya.

“Kita mempunyai ci khas keislaman yakni kemuhammadiyahan, jadi peserta KKN kita himbau untuk bisa menunjukkan perilaku atau sikap sebagai peserta KKN dari sebuah Universitas yang bercirikhas kemuhammadiyahan ini. Jaga perilaku, tunjukkan saudara sebagai muslim yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat tempat saudara melaksanakan KKN,” pesan rektor.

Penyerahan Bibit Pohon Oleh Wakil Rektor 1 Kepada Perwakilan Peserta KKN-PPM
Wakil Rektor I Umri Sri Retnowati SSi MT saat menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan peserta Kuliah Kerja Nyata Umri 2018.

Sementara kepala LPPM Umri M Ridha Fauzi menyebut, selain merupakan bgaian dari SKS dalam perkuliahaan, pada saat melaksanakan KKN ini panitia akan memberi reward kepada peserta, yang dinilai mampu melaksanakan program kerja yang dibuat dan sesuai pengaplikasiannya dilapangan, berkualitas.

“KKN ini 2 SKS, jadi nantinya mereka akan melaksanakan KKN selama 40 hari, selain akan diberi penilaian oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pihak Desa/Kelurahan, dari panitia juga secara khusus akan melakukan penilaian terkait dengan program kerja yang akan dilaksanakan masing-masing kelompok, nantinya mereka akan masuk nominasi KKN Umri Award,” jelas Fauzi.

Dilanjutkannya, sebelum menetapkan pemenang, akan ditetapkan nominasi, yang jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi dilapangan, dan setelah didapat nominasi, kelompok tersebut akan mempresentasekan dihadapn dewan juri. “Baru nantinya akan ditetapkan pemenang, dan mereka akan diberi reward,” pungkasnya.**(mad)

Artikel Asli: http://www.gaungriau.com/berita/19496/dilepas-rektor-mahasiswa-kkn-umri-dibekali-dengan-bibit-pohon.html

Bupati Kuansing Sambut 208 Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau

Telukkuantan – serantauriau.news – Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi menyambut kedatangan 208 mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), di Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan Telukkuantan, Senin siang (23/7/2018).

Bupati Kuansing mengatakan kepada mahasiswa, selamat datang di Kota Jalur Kabupaten Kuansing dan jangan lupa nonton pacu jalur nanti.

“Juga datangi objek wisata yang ada di Kabupaten Kuansing ini,” ajaknya.

Terkait dengan datangnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau ke Kabupaten Kuansing dalam rangka KKN, Bupati Mursini berharap agar mahasiswa nantinya dapat ambil bagian pada kegiatan masyarakat sekitar.

“Jangan takut, masyarakat Kuansing merupakan masyarakat yang ramah dan terbuka terhadap kehadiran orang baru, jadi jangan takut,” kata Bupati Mursini sambil tersenyum.

Dengan kehadiran 208 orang mahasiswa dan Dosen Pembimbing 20 orang asal Universitas Muhammadiyah Riau, diharapkan membantu menunjang pembangunan dalam berbagai sektor di daerah Kabupaten Kuansing.

“Saya harap mahasiswa KKN Umri dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan teknologi yang diperoleh semasa mengikuti kuliah di UMRI, sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing kepada masyarakat Kuansing,” harap bupati.

Wakil Rektor III Umri, Dr H Taswin Yacob SpS yang mengantar mahasiswanya mengungkapkan, kepada mahasiswa agar dapat mengaplikasikan teori yang didapat selama perkuliahan serta menyosialisasikan Umri kepada masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan KKN.

Mahasiswa KKN pun diminta agar menjaga perilaku serta dapat membawa nama baik Umri dan persyarikatan Muhammadiyah. “Tunjukkan nilai-nilai Islam kemuhammadiyahan sebagai ciri kampus kita,” pinta Taswin.

Sebanyak 208 mahasiswa KKN Umri akan ditempatkan di 16 desa dari 4 kecamatan di Kabupaten Kuansing.

Dalam pesannya, Taswin juga menyampaikan, KKN hendaklah mampu menyokong Umri HEBAT (Hebat, Empati, Berwarna dan Bermartabat). “Ikutilah kegiatan ini secara serius, karena akan sangat bermanfaat bagi kalian semua,” pesan Wakil Rektor III.

Terakhir, Taswin Yacob menambahkan, dari pelaksana KKN ingin memberikan nuansa berbeda dengan KKN universitas lainnya. Karena KKN Umri lebih mengedepankan nuansa Islami, yaitu dengan adanya organisasi Muhammadiyah, guna membantu masyarakat dengan konsep penguatan perekonomian dan pariwisata daerah.

“Ini dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan agamis. Selain itu kami berharap dengan adanya berbagai program KKN UMRI, kehidupan perekonomian dan pola pikir masyarakat menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” ungkap Taswin. (ISB)

Artikel asli : http://www.serantauriau.news/view_berita.php?id=2314